Komunitas dakwah Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga (NIDA MUDI) kembali menggerakkan ratusan anggotanya untuk melaksanakan safari Ramadan di berbagai wilayah di Aceh. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang menyasar daerah terpencil dengan jangkauan dakwah yang masih minim, tahun ini NIDA MUDI memfokuskan pengabdiannya ke daerah-daerah terdampak banjir.


Ketua Koordinator Lapangan Umum NIDA MUDI, Tgk Jamal, menegaskan bahwa perubahan arah ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih berjuang memulihkan diri pascabencana. Menurutnya, dakwah kali ini tidak hanya hadir dalam bentuk ceramah, tetapi juga melalui pendampingan sosial dan penguatan mental.


Sebanyak 400 relawan dan dai diterjunkan ke sejumlah titik di Provinsi Aceh, di antaranya Aceh Utara, Aceh Timur, Pidie Jaya, Nagan Raya, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Meulaboh, Simeulue, Singkil, hingga Pulau Banyak. Jumlah ini menjadi mobilisasi terbesar untuk wilayah dalam Aceh, dibandingkan tim yang diberangkatkan ke luar daerah.


Selain menyasar titik-titik terdampak, fokus khidmah NIDA MUDI tahun ini juga mengalami penyesuaian. Para relawan tidak hanya mengisi kegiatan keagamaan, tetapi juga berupaya menghadirkan terapi mental bagi masyarakat melalui penguatan pendidikan dan membangun kembali interaksi sosial yang sempat terganggu akibat banjir. Beberapa daerah seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara dan Aceh Tengah dan Bener Meriah dinilai masih sangat membutuhkan dorongan semangat untuk bangkit dari dampak bencana.


Para relawan dan dai yang telah diamanahkan akan menetap di lokasi tugas masing-masing untuk menyampaikan ilmu, membantu dan membersamai masyarakat mulai 14 Februari hingga 25 Ramadan. Abu MUDI, dalam acara pembekalan NIDA menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut diniatkan sebagai bentuk pengabdian dan ibadah semata-mata untuk meraih ridha Allah. 


Zulkarnen