Habib Mujtaba bersama dengan Abu MUDI.
mudimesra.com | Salah seorang Ulama muda Indonesia asal Palembang yang kini menjadi salah satu tenaga pengajar di Darul Musthafa, Tarim, Hadramaut, Yaman, Habib Mujtaba As-Syihab hari ini (18/06/2016) berkunjung ke Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga. Habib dan rombongan tiba di Dayah MUDI setelah Zuhur. Kehadiran beliau disambut langsung oleh Abu MUDI. Habib Mujtaba berkunjung ke MUDI setelah sebelumnya melakukan safari dakwah di Langsa dan Lhokseumawe. Setelah singgah di MUDI, beliau melanjutkan perjalanan ke Sigli dan Banda Aceh.

Selain mengadakan pertemuan dengan Abu MUDI, Habib Mujtaba juga menyempatkan diri untuk berziarah ke makam Abon Aziz serta memberikan ceramah bagi santri dan dewan guru yang menetap di dayah selama Ramadhan.

Dalam tausiahnya yang dipusatkan di Mushalla komplek Putri, Habib Mujtaba mengingatkan tentang begitu tingginya kedudukan ilmu. "Para Anbiya' tidak mewariskan dirham dan dinar, akan tetapi mewariskan ilmu. Jadi karena itu berbahagialah ketika dianugerahkan oleh Allah untuk menjadi pewaris para Anbiya'. Ilmu itu sangat mulia, maka karena itu untuk mendapatkannya perlu mujahadah dan kesungguhan. Seakan kita berkata kepada ilmu, aku memberikan seluruh jiwaku untukmu. Maka barulah saat itu ilmu akan menjawab, aku memberikan sebagian dariku untukmu."
[post_ad]
Beliau juga mengingatkan, "Dalam belajar seseorang itu mesti rajin melakukan muthala'ah dan muraja'ah. Muthala'ah adalah mengkaji materi yang akan dipelajari sebelum belajar. Adapun muraja'ah mengulanginya kembali setelah belajar. Ada seorang Ulama di Yaman yang selalu melakukan muthala'ah dan muraja'ah minimal 25 kali setiap kali belajar. Kalau seandainya beliau belum sempat muthala'ah seperti itu, maka beliau memutuskan untuk tidak mengikuti pengajian. Beginilah sikap para Ulama yang sangat menganggap penting muthala'ah dan muraja'ah."

Habib Mujtaba juga berpesan agar para pelajar menjaga dengan baik adab-adab saat belajar. "Jangan sampai melakukan sesuatu dalam majelis ilmu yang menghilangkan konsentrasi guru. Para Ulama ketika mereka belajar untuk membuka halaman kitab saja sangat berhati-hati dan begitu pelan-pelan agar tidak mengganggu konsentrasi guru. Jaga adab dengan kitab, kitab jangan diletakkan di lantai dan jangan diletakkan di belakang, penuhi segala hak-hak ilmu agar kita mendapatkan ilmu dan manfaat dari ilmu," pesan Habib kepada Jamaah sebelum mengakhiri forum ini dengan sesi tanya jawab dan pengijazahan kitab. (iqbal_jalil)