mudimesra.com | Kesusahan hidup adalah hak dari Allah swt, sementara tuntuk dan patuh adalah tugas seorang hamba. Nikmatnya seorang hamba dalam menjalankan kehidupan yang sesuai dengan ketentuan dan takdir dari Allah swt merupakan salah satu poin inti dari kesimpulan Pengajian Syarah Al-Hikan Bersama Abi MUDI pada pada hari ke-16 Ramadhan 1437 H.

Potensi tumbuhnya sumber muhlikat (perkara yang membinasakan) dalam tubuh manusia pada tiga perkara, masa muda, waktu luang dan kekayaan. Bila ketiganya berkumpul pada seorang manusia maka kehancuran dan kebinasaan agama baginya lebih terbuka. Namun sebaliknya, bila salah satunya tidak ada maka potensi ini bisa diredam.

لا تَسْتَغْرِبْ وُقوعَ الأَكْدارِ ما دُمْتَ في هذهِ الدّارِ. فإنَّها ما أَبْرَزَتْ إلّا ما هُوَ مُسْتَحِقُّ وَصْفِها وَواجِبُ نَعْتِها
"Jangan engkau merasa heran atas terjadinya kesulitan selama engkau berada di dunia ini, sebab memang begitulah yang patut terjadi dan yang menjadi karakter asli dunia."

Mutiara kalam hikmah yang dipopulerkan oleh Syekh Ibnu Athaillah ini berisi motivasi bahwa sebaik apapun langkah di dunia maka yakinlah bahwa hakikat dunia itu kesulitan dan kepayahan. Dunia bukan untuk tempat kesenangan dan bersenang-senang.

“Kalau dunia adalah tempat bersenang-senang, apa bedanya dengan Syurga!” ujar Abi.

Kalau dunia tempat untuk merasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang hakiki di mana juga letak perbedaan dengan syurga. Syurga diciptakan untuk kelezatan dan kenikmatan. Dunia diciptakan untuk beramal kebaikan dan menahan diri dari kesenangan hawa nafsu.
[post_ad]
Pada kalam hikmah yang ke- 25 Abi membacakan:  
ما تَوَقَّفَ مَطْلَبٌ أنْتَ طالِبُهُ بِرَبِّكَ. وَلا تَيَسَّرَ مَطْلَبٌ أَنْتَ طالِبُهُ بِنَفْسِك
"Permintaan tidak akan tertahan, selama engkau memohon (hanya) kepada Allah. Namun, permintaan tidak akan mudah, apabila engkau bergantung pada dirimu sendiri."

Permintaan seseorang manusiat selama memohon kepada Allah swt lebih umum, termasuk permintaan duniawi dan permintaan ukhrawi. Bila bergantung pada diri sendiri tanpa mengharap bantuan dari Allah swt maka akan sia-sia belaka.

Mengakhiri perjumpaan pengajian hari ke-16 Ramadhan, Abi menjelaskan dua kalam hikmah. Dua kalam hikmah ini nampaknya sama karena Syekh Ibnu Abbad telah menjelaskan pada Awal. Bahwa  bila ada yang hampir serupa karena menganggap penting pada perkara tersebut.
مِنْ عَلاماتِ النُّجْحِ في النِّهاياتِ، الرُّجوعُ إلى اللهِ في البِداياتِ
"Diantara keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan"

 مَنْ أَشْرَقَتْ بِدايَتُهُ أَشْرَقَتْ نِهايَتُهُ
"Barangsiapa yang cemerlang pada permulaan, akan cemerlang pula pada kesudahan"

Bagus hasil akhir manusia karena permulaannya bagus. Berangkat dari niat yang bagus untuk mengharapkan ridha dari Allah swt niscaya akan mendapatkan final yang baik. Karena bagus niatnya maka penghabisan baik.

Ada sebuah kisah tentang seseorang yang bernama Ahmad Bin Abi Hawani. Setelah 30 tahun menuntut ilmu agama kitab-kitab yang pernah dipelajarinya diceburkan ke lautan. Beliau berkata: “Aku telah sampai kehadirat Ilahi, aku menggunakan kitab saat belajar untuk mendapatkan petunjuk. Maka telah sampai aku kepada hal tersebut. Kitab ini cuma sebagai wasail untuk mendapatkan maqasid.” (haji_nadhir)

Ikuti kembali pengajian Syarah Al-Hikam Hari ke-16 Ramadhan 1437 H.

Jangan lupa untuk terus mengikuti Pengajian Syarah Al-Hikam bersama Abi MUDI selama bulan Ramadhan, setiap harinya pada pukul 06:00 WIB secara langsung di Livestream pada link berikut:

Download file PDF kitab nya juga supaya bisa ikutan nyimak.