Samalanga, 18 Juni 2026 – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga menggelar Festival Qira’atul Qutub Al-Aziziyah pada Kamis, 18 Juni 2026 pukul 22.00 WIB di kompleks Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga. Kegiatan yang mengusung tema “Santri Meusyuhuë Nanggroe Beumaju” ini akan berlangsung selama delapan hari, mulai 18 hingga 26 Juni 2026, dan diikuti oleh para santri dari berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan Al-Aziziyah.
Acara pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri para masyayikh, dewan guru,
dewan juri, santri, serta para tamu undangan. Festival ini secara resmi dibuka
oleh Abu H. Hasanoel Bashry selaku Mudir A’am bersama para
masyayikh dan tamu kehormatan sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian perlombaan.
Tahun ini, panitia menyelenggarakan sebanyak 15 cabang perlombaan,
yakni Qira’atul Kitab Al-Aziziyah, Fahmil Qutub, Qira’atul Kitab Al-Mahalli,
Qira’atul Kitab Fathul Mu’in, Qira’atul Kitab Fathul Qarib, Presentasi Ushul
Fiqh, Hafalan Jauhar Maknun, Hafalan Sulam Munawraq, Tashilut Turuqat, Pidato
Bahasa Aceh Bersajak, Opini, Hafalan Jurumiyyah, Debat Ilmiah, Pidato
Muntarjim, dan Tajhiz Mayat. Kategori utama Qira’atul Kitab Al-Aziziyah diikuti
oleh 32 peserta delegasi dari dayah di bawah naungan MUDI, menjadikannya salah
satu kategori paling bergengsi dalam festival tersebut.
Dalam sambutannya, Dr. Zahrul Mubarrak HB, M.Pd yang akrab disapa Abi MUDI menyampaikan bahwa Tahun Baru Islam merupakan momentum penting untuk mengenang perjuangan Rasulullah SAW yang sarat dengan nilai pengorbanan, kesabaran, dan keteguhan dalam menegakkan kebenaran.
“Tahun Baru Islam mengingatkan kita pada perjuangan Rasulullah yang sarat dengan nilai pengorbanan dan keteguhan dalam menegakkan kebenaran. Muharram hendaknya menjadi momentum dan sarana bagi kita untuk menuju pribadi yang lebih baik,” ujar beliau.
Abi MUDI juga menegaskan bahwa Dayah MUDI akan terus berkomitmen menjaga tradisi pengkajian kitab turats sebagai warisan intelektual Islam yang telah menjadi fondasi pendidikan dayah selama ini. Menurutnya, penguasaan kitab-kitab klasik merupakan salah satu pilar penting dalam membentuk generasi ulama dan intelektual muslim yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Kepada seluruh peserta, beliau berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan penuh kesungguhan, menjunjung tinggi kejujuran, serta menjaga adab selama kompetisi berlangsung.
“Karena kemenangan sejati bukan hanya menjadi juara, melainkan bertambahnya ilmu dan semakin dekatnya kita kepada Allah SWT,” pesannya di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Pada kesempatan tersebut, Abi juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada panitia pelaksana, para dewan guru, dewan juri, serta seluruh pihak yang telah mendukung dan bekerja keras demi terselenggaranya Festival Qira’atul Qutub Al-Aziziyah tahun 2026.
Adapun teknis perlombaan dibagi ke dalam dua tahapan, yaitu babak penyisihan yang diikuti seluruh peserta sesuai cabang masing-masing, kemudian dilanjutkan dengan babak final yang mempertemukan peserta terbaik untuk memperebutkan gelar juara. Sistem ini diterapkan untuk menjaring santri-santri terbaik yang tidak hanya unggul dalam kemampuan akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan adab yang baik sesuai tradisi pendidikan dayah.
Melalui penyelenggaraan Festival Qira’atul Qutub Al-Aziziyah 2026, PHBI Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga berharap lahir generasi santri yang unggul dalam penguasaan kitab turats, memiliki wawasan keilmuan yang luas, serta mampu menjadi pelopor kemajuan umat dan pembangunan bangsa. Semangat Muharram yang diusung dalam kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus belajar, berprestasi, dan mengabdikan ilmu demi kemaslahatan agama, masyarakat, dan negara sesuai dengan tema “Santri Meusyuhuë Nanggroe Beumaju.”

No comments:
Post a Comment