mudimesra.com | Pada Rabu sore (16/11/2016), Ustaz Abu Syafiq, Mudir Ma'had Darul Hijrah Pahang Malaysia bersilaturahmi ke Dayah MUDI Mesra Samalanga. Beliau tiba dari Banda Aceh bersama rombongan Tu Bulqaini Tanjongan, pimpinan Dayah Markaz Al-Islah Al-Aziziyah, Lueng Bata, Banda Aceh. Kedatangan beliau menjelang Magrib disambut oleh Abi Zahrul, Aba Sayed, Abiya Muhammad, serta dewan guru lainnya dengan lantunan shalawat dari santri.

Setelah jamuan makan malam, presiden Ahlussunnah wal Jamaah Malaysia tersebut melakukan diskusi ilmiah dengan anggota Lajnah Bahsul Masail (LBM) tentang isu kekinian mengenai aliran sesat serta metode menanggulanginya. Dalam diskusi tersebut Ustaz Abu Syafiq sangat menekankan kepada para santri agar memperbanyak kegiatan tulis menulis tentang apa saja yang telah dipelajari untuk kemudian disebarkan ke berbagai media. Hal demikian dikarenakan aliran sesat hari ini juga banyak beredar melalui tulisan-tulisan yang ada di media cetak maupun online.

Selain dengan anggota LBM, beliau yang merupakan alumni Universitas Al-Azhar Mesir juga memberikan Daurah Ilmiah tentang Ahlussunnah wal Jamaah di hadapan santriwan dan juga para asatiz di Mesjid Po Teumeureuhom sesudah shalat Isya.

Ustaz yang bernama lengkap Abu Syafiq Mohd. Rasyid Mohd. Alwi Al-Hafiz ini juga pernah mendapat penghargaan sebagai  "Penggagas dan ketua umum Persatuan/pertumbuhan Ahlussunnah wal Jamaah Hakiki/Tulen. Penggagas dan Ketua Umum Politik Ahlussunnah wal Jamaah".

Semoga dengan silaturahmi ini menggugah semangat para santri utamanya, untuk terus berjuang dan melawan akidah dan golongan yang berbeda paham dengan Ahlussunnah wal jamaah. (akha)
mudimesra.com | Kemenag Republik Indonesia melalui Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan mengadakan workshop Karya Tulis Ilmiah Santri (KTS) dengan tema: Peran Santri Dalam Menghadapi Tantangan Generasi Muda Melalui Karya Tulis. Acara tersebut berlangsung dari tanggal 14-19 November 2016 dengan mengambil tempat di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Jawa Barat. 

Acara yang dibuka oleh kepala Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag RI, Bapak H.M. Hamdar Araiyah ini diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia dan diwakili oleh satu orang dari setiap provinsi. Untuk provinsi Aceh sendiri diwakili oleh Tgk. Sariyulis Abdullah, santri Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga kelahiran kota Lhokseumawe. Tgk. Sariyulis adalah salah satu santri berprestasi  MUDI yang juga merupakan anggota redaksi merangkap lay-out Umdah, majalah produksi Dayah MUDI yang dirilis setiap 3 bulan sekali untuk pengembangan dakwah dan silaturahmi Dayah MUDI dengan masyarakat dalam bingkai Ahlussunnah wal Jamaah. 

Melalui Workhsop karya tulis santri ini, kita berharap agar acara tersebut rutin diadakan setiap tahun-nya oleh pemerintah dan momotivasi para santri agar terus menulis untuk memenuhi khazanah keilmuan Islam dalam menjaga umat dari fitnah berbagai aliran yang menyimpang dan keluar dari Ahlussunnah wal jamaah. (akha)
mudimesra.com | Pada Sabtu sore (12/11/2016) sekitar pukul 17.30 WIB Dayah MUDI menyambut tamu agung dari Yaman yaitu Prof. DR. Habib Abdullah Muhammad Baharun. Beliau merupakan Rektor universitas Al-Ahgaff, kota Al-Mukallaf provinsi Hadharalmaut, Yaman.

Al-Habib Baharun hadir ke Aceh dalam rangka memenuhi undangan Daurah Ilmiah dari Dayah MUDI Mesra Samalanga dan beberapa tempat lainnya.

Al-Habib  Baharun tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda dijemput langsung oleh rombongan MUDI diketuai oleh Abi Zahrul, Wadir I Dayah MUDI.

Sebelum ke MUDI, beliau terlebih dahulu singgah di kota Sigli, kabupaten Pidie. Daurah di Sigli bersama para asatiz berbagai dayah dengan tema  "Daurah Ilmiyyah untuk mengkodifikasikan akidah Ahlussunnah wal Jamaah".

Tiba di MUDI sekitar pukul 17.30 Habib Baharun disambut langsung oleh Pimpinan tertinggi yaitu Abu Syeikh H. Hasanoel Bashry H.G dan di kantor pimpinan dayah.

Di MUDI, Habib baharun dua kali berceramah pertama setelah salat Magrib untuk dewan guru dan Mahasantri Ma'had Aly di Balee Beton dengan tema "Tafaqquh Fid din sebagai nilai akademisi Ma'had Aly" dan setelah Isya dengan ribuan santriwan dan santriwati di halaman masjid Po teumeureuhom. Dengan tema "kitab kuning sebagai referensi untuk menjawab problematika ummat".

Di hadapan para masiswa Ma'had Aly, beliau menekankan pentingnya ilmu para santri di pesantren salafi untuk dikombinasikan dengan silabus perkuliahan mengingat sangat minimnya bahkan tidak ada kader yang lahir dari bangku kuliah yang  benar-benar mendalami ilmu figh seperti halnya orang pesantren untuk menjawab problematika umat, Sehingga dengan adanya Ma'had Aly di pesantren diharapkan kedepan bisa mengatasi masalah tersebut.

Selesai acara pukul 24.00 Habib beristirahat karena subuh keesokan harinya juga melakukan Daurah Ilmiah dengan ribuan santri Ummul Ayman. Kali ini tema yang diangkat adalah " pentingnya akhlak dan ilmu agama dalam kehidupan hari ini".

Di beberapa  daurah ilmiah tadi, beliau sangat menekankan kepada para santri agar menuntut dan mendalami ilmu agama dengan sebaik-baiknya, mengingat tuntutan zaman yang semakin besar dan berliku untuk masa depan agama yang lebih baik.

Semoga dengan keberkahan dan keilmuan beliau, kita bisa mengikuti dan mengambil berkah untuk kehidupan akhirat dan dunia di masa depan. Amin. (akha)
JAKARTA - Dalam kunjungannya ke Indonesia kali ini, Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz telah mengamanahkan dan melantik langsung Abi Zahrul Fuadi Mubarrak (Wadir I Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga) sebagai Wakil Ketua Majelis al-Muwashshalah Baina 'Ulama` al-Muslimin Wilayah Aceh (Forum Silaturrahmi Antar 'Ulama). Sementara Abiya H. Muhammad Hatta (Mudir Ma'had MADANI Al-Aziziyyah) yang juga merupakan alumni dari Dayah MUDI terpilih sebagai ketua.

Jabatan sebagai Ketua dan Wakil Ketua Majelis al-Muwashshalah itu diputuskan dalam Forum Multaqa' para Ulama di Hotel Crowne Plaza, Jakarta kemarin sore (31/10/2016) yang dipimpin langsung oleh Habib Umar al-Hafiz. Sebelumnya, Abiya Madani dan Abi MUDI memang begitu intens membangun hubungan dengan para Ulama di luar Aceh, baik di pulau Jawa, Malaysia hingga dengan beberapa Ulama Timur Tengah yang sebagiannya telah dihadirkan ke Aceh. Keseriusan dalam membangun ukhuwah inilah yang dilihat oleh pimpinan Majelis al-Muwashshalah perwakilan Indonesia dan juga Habib Umar Al-Hafiz sehingga keduanya ditetapkan sebagai pengurus Majelis al-Muwashshalah baina Ulama al-Muslimin wilayah Aceh.

Majelis al-Muwashshalah Baina Ulama al-Muslimin dibentuk sendiri oleh Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz pada bulan Muharram tahun 1427 H / 2007 M dengan visi terwujudnya persatuan dan kerjasama antara para 'Ulama guna menampilkan dan menyampaikan dakwah sebagai bentuk rahmatan lil-'alamin dan mempunyai misi turut andil dalam membangun dan membentuk 'Ulama Rabbani di tengah ummat Islam.
[post_ad]
Majelis al-Muwashshalah Baina 'Ulama` al-Muslimin bertujuan ;

1. Menguatkan ikatan ta’aruf dan komunikasi antar 'Ulama. Saling membantu dalam memecahkan masalah-masalah substantif dalam agama sehingga dapat memberikan kemashlahatan pada masyarakat dan menjaga nilai-nilai yang mendasar bagi ummat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

2. Meningkatkan taraf kemampuan ilmiah di halaqah, madrasah, pesantren dan pusat pendidikan Islam disertai dengan pembersihan jiwa (tazkiyatun-nafs) dan pendidikan akhlak serta kecakapan dalam dakwah fi-sabilillah.

3. Memberikan penjelasan secara baik dan benar atas dinamika terbaru dan terkini agar pandangan para 'Ulama atas masalah tersebut menjadi lebih mendalam serta lebih mendekati kesesuaian dan persamaan persepsi.

4. Publikasi hasil kajian para 'Ulama berkaitan dengan permasalahan penting yang terjadi atas ummat, sosialisasi hasil penelitian, kemajuan, temuan, kreasi baru yang bermanfaat dan mengekspos penerbitan dan produk ilmiah lainnya.

Majelis al-Muwashshalah Baina 'Ulama` al-Muslimin mempunyai prinsip dasar, yaitu : “ilmu, pembersihan jiwa, dakwah Ilallah dan silaturrahim antara 'Ulama ummat".

Banyak pihak berharap semoga dengan terbentuknya Majelis al-Muwashshalah Baina 'Ulama` al-Muslimin Wilayah Aceh ini, al-Habib 'Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz dapat kembali mengunjungi Aceh setelah kedatangan pertama beliau sekitar tahun 1430 H / 2010 M dan semakin banyak pelajar-pelajar Aceh yang dapat menempuh pendidikan agama di Darul Musthafa, Tarim, Yaman, yaitu pesantren yang Habib Umar pimpin. (iqbal_jalil)
JAKARTA - Perjalanan Safari Dakwah Habib Umar bin Salim Alhafidh ke Indonesia selama beberapa hari, pada Senin (31/10/2016) Abi Zahrul Fuadi Mubarrak, MA, Mudir Ma'had 'Aly Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga ikut hadir sebagai tamu terhormat Majelis Muwashalah Baina Ulamail Muslimin.

Pertemuan tertutup khusus yang digelar di Hotel Crown, Jakarta Pusat tersebut juga hadir beberapa perwakilan Aceh, Papua, Ambon dan wilayah Timur lainnya.

Selain Mudir Ma'had 'Aly, Abiya Muhammad Hatta, MA juga hadir sebagai perwakilan Ulama Dayah Aceh (HUDA), dan beliau menyampaikan perkembangan Islam Ahlussunnah di hadapan forum tersebut.

Seperti diketahui, bahwa perjalanan Habib Umar ke Indonesia dalam rangkain yang sangat padat di antaranya Haul Habib Abu Bakar bin Salim, Tabligh Akbar di Alfachriyah dan Mesjid Istiqlal, beberapa kegiatan lainnya, seperti pertemuan khusus Majelis Muwashalah Indonesia (LPDM/An-Nisamie).